November 2010 Laporan Kegiatan

Aktivitas Seputar Bencana Gunung Merapi

Aktivitas Seputar Bencana Gunung Merapi

Tim Family Care Indonesia yang terdiri dari 5 personil berangkat menuju kantong-kantong pengungsi bencana Gn. Merapi, pada tanggal 1 Nopember 2010. Mereka bermalam di rumah seorang teman yang juga warga dusun Soko berlokasi 9 km dari puncak Gn. Merapi.

Menurut petugas lapangan, salah satu kebutuhan yang paling utama di tempat penampungan pengungsi adalah dorongan semangat. Fokus dari tim kami memang di bidang ini dan Teater Boneka menjadi salah satu aktivitas yang paling disenangi. Selain menampilkan cerita melalui Teater Boneka, gerak & lagu, permainan dan aktivitas lainnya dengan anak-anak, membawakan sukacita dan kegembiraan.

Pertunjukkan pertama disajikan di sekolah yang dijadikan posko dan menampung sekitar 1000 orang. Kegiatan ini dilanjutkan ke posko-posko lainnya selama beberapa hari berikutnya.

Pada tanggal 4 Nopember, Merapi mulai mengeluarkan awan panas dalam jumlah besar dengan ketinggian 6 km di malam hari, dan juga keesokan harinya sehingga abu mencapai Bandung, Jawa Barat. Karena jumlah material yang dikeluarkan Merapi sangat banyak, tim FCI harus meninggalkan posko dengan tergesa-gesa, mencari perlin-dungan di zona aman yang pada waktu itu adalah 15 km kemudian diperluas hingga 20 km. Akibatnya perleng-kapan Teater Boneka tidak sempat dibawa.

Selama itu tim membantu membersihkan lingkungan sekitar posko, membantu dapur umum dan merawat luka-luka ringan.

Tim sempat bermalam dengan ratusan pengungsi, di lantai penuh abu dalam posisi lampu yang menyala sepanjang malam dan anak-anak me-nangis, dll. Mereka terbangun dengan mulut penuh debu namun terkesan dengan sikap positif dan kerukunan warga yang terpaksa menetap di tempat penampungan.

Selanjutnya perlengkapan Teater Boneka bisa diambil dan kami kembali mengadakan kegiatan dengan anak-anak ditambah dengan bermain sepak bola, yang merupakan kegemaran!

Rekan kami Pak Panji menggunakan peluang untuk memberi pengarahan kepada anak-anak tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan di mana mereka berada. Beberapa hari berikutnya kami terus menyajikan Teater Boneka.

Pada tanggal 10 Nopember—hari terakhir—Teater Boneka diminta pentas di sebuah sekolah, di Jogyakarta untuk anak, guru dan orang tua. Pentas ini menggalang dana untuk korban Merapi.

Pada tanggal 22 Nopember, tim FCI kembali diberangkatkan. Suasana sudah mereda dan sebagian warga yang masih mempunyai rumah, kembali ke tempat kediam-an mereka dan memulai lembaran baru. Joy, teman dekat FCI dari Amerika Serikat setelah menggalang dana selama sebulan, tiba di Jakarta dan bergabung dengan tim FCI.

Dengan bantuan teman-teman, tim FCI bergerak menuju ke Dusun Soko dan mulai bekerja sama dengan Pak Pandu, yang sudah pulang ke rumah dan menjadikannya sebagai posko penampungan bantuan untuk warga sekitar. Kami mendapat informasi bahwa hasil panen tahun ini sudah hancur total menyebabkan ratusan warga menjadi stres dan tak berdaya menging-at sumber penghasilan telah musnah. Tergugah oleh kebutuhan para petani, relawan FCI sepakat untuk menempatkan fokus membantu dalam bidang ini. Seorang insinyur agrikultur menyampaikan perkiraan kebutuhan secara rinci bagi setiap petani untuk bisa memulai bertani lagi sesegera mungkin. Terima kasih kepada para donatur dan para pemerhati, the Merapi Agriculture Recovery Project (MARP = Proyek Pemulihan Agrikultur Merapi) mulai dijalankan!

Sementara bertugas, FCI berkenalan dengan SAR Jogyakarta yang menemani mereka untuk mengambil dokumentasi di daerah terlarang. Pengalaman melihat dengan mata kepala sendiri dan mencium bau kematian meninggalkan kesan mendalam dan tim FCI menyadari beratnya lahan yang harus digeluti oleh tim SAR. Selanjutnya, tim FCI berkat bantuan para sponsor menyampaikan sumbangan berupa 72 kacamata pengaman (protective goggles) untuk anggota SAR yang sangat diperlukan dan diterima dengan rasa syukur.

Keesokan harinya relawan FCI melanjutkan kegiatan menghibur anak-anak dan warga dengan mempergunakan Teater Boneka dan ane-ka kegiatan. Selanjutnya diadakan pertemuan dengan kepala dusun Soko dan pemuka masyarakat untuk membicarakan seputar Proyek Pemulihan Agrikultur Merapi (PAM).

Aktivitas lainnya adalah kerja bakti di masjid dan lingkungan sekitar. Tim FCI mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas dukungan para sponsor, pemerhati dan teman-teman, yang tidak dapat kami sebutkan satu per satu di sini. Tanpa Anda, pekerjaan kami tidak dapat terlaksana. Bersama-sama, kita menciptakan perubahan!


Relief Trip yang Kedua ke Gunung Merapi

Relief Trip yang Kedua ke Gunung Merapi

Sepuluh orang relawan dari Family Care Indonesia menyalurkan sejumlah besar aneka barang bantuan bagi para korban Gunung Merapi. Tiba di lapangan, relawan FCI menyalurkan makanan, pakaian dan alat-alat tulis. Gelombang kedua, jumlah bantuan lebih banyak—kurang lebih 9 ton—termasuk 5 ton beras, bahan pangan, vitamin, susu kental manis, air mineral, telur, obat batuk, masker dan juga pakaian. Bantuan disalurkan kepada masyarakat yang terkena dampak paling parah namun tidak memperoleh cukup bantuan.

Bagi anak-anak dan ABG yang sangat membutuhkan dorongan semangat dan kegiatan yang menyenangkan, relawan FCI menyediakan 1,500 paket berisi buku tulis, buku mewarnai, pinsil berwarna dan peralatan tulis lainnya. Kami juga membagi-bagikan bola sehingga anak-anak dapat bermain sepak bola dan voli; dengan demikian mereka bisa berolah-raga sambil bersenang-senang sekaligus menyalurkan energi kepada sesuatu yang positif.

Terima kasih kepada teman-teman dan para donatur yang sudah bermurah hati sehingga memungkinkan terlaksananya penyaluran bantuan ini.