Februari 2013 Laporan Kegiatan

Menyalurkan Berkat Bagi Korban Banjir

Menyalurkan Berkat Bagi Korban Banjir

Anggota Family Care Indonesia Vincent, Esther dan salah seorang teman kami berada di Sembilangan Hurip Jaya, Bekasi menyalurkan bahan kebutuhan pokok kepada para lanjut usia dan janda yang terkena dampak dari banjir. Murid-murid sekolah di lokasi yang sama juga menerima multi vitamin (Scott’s Emulsion)

Menyalurkan Berkat Bagi Korban Banjir

Beberapa waktu yang lalu kami mendapat informasi bahwa pemukiman warga Kampung Dalam, Cawang, Jakarta Timur masih dikelilingi air. Berniat menunaikan salah satu misi untuk menjadi saluran berkat, kami pun menyalurkan pakaian yang masih baru dan yang layak pakai untuk orang dewasa dan anak-anak. Warga juga membutuhkan susu dan biskuit untuk anak-anak dan terima kasih kepada para donatur, kami berhasil menyediakan paket terdiri dari pakaian, mainan, sepatu, susu, biskuit, mie instan dan vitamin untuk sekitar 200 KK.

Menyalurkan Berkat Bagi Korban Banjir Menyalurkan Berkat Bagi Korban Banjir Menyalurkan Berkat Bagi Korban Banjir

Pihak Klinik Keluarga Santo Antonius memberikan pemeriksaan kesehatan dan obat-obatan cuma-cuma. Pada umumnya warga menderita ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Akut) dan penyakit kulit. Menyalurkan Berkat Bagi Korban Banjir Menyalurkan Berkat Bagi Korban Banjir

 

 

 

 

 

 


Menyerahkan Kursi Roda

Menyerahkan Kursi Roda

Esther melakukan kunjungan rutin ke Cilincing, Jakarta Utara tepatnya ke Yayasan Putri Kasih untuk menyerahkan susu dan kursi roda. Setiap minggu di sini diadakan program periksa kesehatan dan tambah gizi bagi para lanjut usia yang terjangkit TBC, HIV dan penyakit lainnya.

 

 


Proyek di Jawa Tengah

Proyek di Jawa Tengah

Salah satu proyek yang didukung oleh Family Care Indonesia secara rutin adalah Dolandeso di Boro, Kulon Progo dekat Yogyakarta. Ini adalah kegiatan di mana murid-murid dari sekolah kalangan atas diberi kesempatan untuk tinggal dan mengenyam pengalaman hidup di desa serta belajar hal-hal yang sederhana, yang terkadang tidak mereka sadari ataupun rasakan mengingat pesatnya kehidupan dan teknologi serta banyaknya gadget/peralatan/aksesoris.

Proyek ini bermula dari kesadaran adanya aspek-aspek yang tidak dapat ditemui dalam masyarakat modern dan yang tidak dapat diperoleh melalui pendidikan, namun dimiliki oleh komunitas desa dan sebenarnya dapat diajarkan jika ada peluang.

Proyek di Jawa Tengah Bulan ini selama 4 hari kami mendampingi 18 siswa SMU dari Gandhi International School Bali mengenyam pengalaman berharga tersebut di atas. Siswa dibagi menjadi 2 kelompok dan ditempatkan dalam sebuah keluarga untuk turut berperanserta dalam kegiatan sehari-hari yang dilakukan oleh “keluarga angkat” tersebut. Ini berarti mereka bangun tidur ketika fajar menyingsing, pergi ke pasar, pergi ke sawah, memasak, dlsb.

Perlahan-lahan para siswa memperlihatkan perubahan dari sikap yang semula mengecam segala kendala yang mereka temui dalam situasi fisik yang baru, hingga berurai air mata ketika tiba waktu untuk berpamitan dengan “keluarga angkat” dan meninggalkan Dolandeso.

Proyek di Jawa Tengah Para siswa berbagi pengalaman selama 4 hari berada di sana, khususnya tentang apresiasi dan rasa syukur, sederhana namun sangat berharga. Demikian pula, relawan Family Care Indonesia bersyukur dapat turut berperan-serta dalam membawakan perubahan melalui pengalaman yang luar biasa ini. Terima kasih khususnya kepada para pengelola Dolandeso dan juga atas visi dan kegiatannya.